Hari ini, Selasa, 15 April 2008 kembali seorang dosen ITB diundang ke kampus untuk sharing matakuliah. Kali ini yang hadir adalah pak Reinaldi Munir, dosen algoritma dan penulis buku-buku tentang matematika komputasi.
Hasilnya adalah keterperangahan karena konsep yang sangat berbeda dalam pembelajarannya. Dulu pertemuan serupa pernah dilakukan dengan ibu Inge juga dari ITB untuk mata kuliah algoritma dan pemrograman, bahkan sampai dua kali. Tetapi meskipun sudah dua kali dihadirkan toh titik temu memang tidak pernah ditemukan, namun garis singgung bisa diperoleh. Nah, bagaimana sikap yang harus diambil untuk kampusku ? Kata Ibu Inge saat itu adalah "be your self". Apakah kemudian penterjemahan dari kalimat itu adalah "ya sudah, kita jalan sendiri-sendiri, kamu Udinus aku ITB". Lalu apa dampak twining program kalau demikian ?
Menurut saya, Udinus khususnya Fasilkom harus mau berubah. Bukan sekedar mengubah judul mata kuliah dan urutannya tetapi yang justru lebih penting adalah substansi dan metode pembelajarannya. Mulai dari dari diri dosennya, spirit, motif dan perilakunya. Dari pak Reinaldi terungkap "bagaimana seorang dosen butuh waktu banyak untuk membuat rumusan tugas bagi mahasiswanya". Ya, kalau kita mau berubah, seperti pada film Power Ranger, maka berubahlah kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar